Barcelona Dituduh Jadi Biang Keladinya

Joan Laporta menuduh Barcelona jadi faksi yang perlu bertanggungjawab atas penangguhan pertandingan El Clasico kontra Real Madrid yang sedianya diadakan pada Sabtu (26/10/2019) tempo hari. Kondisi panas di Catalan jadi pemicu tertundanya El Clasico. Ini adalah buntut dari tindakan protes besar masyarakat ditempat atas ditangkapnya beberapa aktivis pro-kemerdekaan Catalan.

MU Harus Bayar Rp155 Miliar ke Juventus

Sesudah alami penangguhan, RFEF sah menginformasikan tanggal baru El Clasico jilid pertama musim ini, yaitu jadi diadakan pada 18 Desember 2019 akan datang. Banyak pro-kontra menyelimutinya penangguhan El Clasico ini, terhitung rumor ketidaksamaan opini di antara RFEF serta tubuh operator La Liga. “Saya pikir laga ini harus dimainkan, mereka tidak memberi fakta spesial untuk mengubah tanggal,” tutur Laporta seperti diambil Marca.

Manchester United Tertarik Beli Miralem Pjanic

“Pertandingan ini memerlukan penyelamatan ketat sebab mempunyai persaingan tinggi yang dilihat beberapa orang, karenanya saya pikir tidak ada fakta untuk menundanya,” lebih Laporta. Selanjutnya, Laporta yang disebut bekas presiden Barcelona menyebutkan original: menyebut suggestion: Blaugrana lah yang membuat rakyat Catalan merasakan harus disalahkan sebab penangguhan ini.

Arsenal Masih Lebih Baik dari Real Madrid

“Ya, saya akan mainkan pertandingan itu pada Sabtu sebab bila Real Madrid ingin bermain karena itu saya tidak lihat ada permasalahan. Ada faksi yang ingin membesarkan permasalahan ini untuk kebutuhan politik,” papar Laporta. “Barcelona salah sebab mereka mengkriminalisasi satu gerakan serta tempatkan politik di muka pertandingan sepak bola yang tetap mempunyai konotasi politik. Tetap semacam ini,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme